Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) menilai, langkah yang dilakukan para pengusaha tersebut menunjukkan, jika jiwa nasionalisme mereka sempat rendah. Karena, mereka berarti juga tak mendukung pelaksanaan atas cabotage yang kini sedang digalakkan pemerintah. "Karenanya, untuk merangsang pengusaha pelayaran nasional kembali menggunakan bendera merah putih di kapalnya, pemerintah perlu memberikan berbagai insentif dan kemudahan. Karena pengalihan bendera asing ke merah putih akan membuka peluang kerja bagi pelaut yang masih banyak menganggur", ujar Presiden KPI Hanaf Rustandi Hanafi. Meski demikian, lanjut Hanafi, kemudahan pendaftaran kapal kebendera Indonesia juga harus dilakukan secara hati-hati dan cermat, termasuk memperhatikan hak-hak pelaut dalam kerangka perlindungan hubungan industrial yang layak. Sehingga tak menempatkan bendera Indonesia dalam jajaran Flag of Convenicce (FOC) yang justru diperangi ITF. Menurut Hanafi, International Transpor workers Federation (ITF) bersama serikat-serikat pekerja afiliasinya terus berupaya keras memerangi kapal-kapal berbendera kemudahan FOC yang beroperasi di seluruh dunia. Intinya untuk mengingatkan masyarakat dunia terhadap sisi buruk operasional kapal-kapal FOC, karena sering mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan awaknya.
Rabu, 31 Maret 2010
GUNAKAN BENDERA NEGARA LAIN PENGUSAHA PELAYARAN TAK NASIONALIS
Posted by bisnis maritim at 15.33 Rabu, 31 Maret 2010Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) menilai, langkah yang dilakukan para pengusaha tersebut menunjukkan, jika jiwa nasionalisme mereka sempat rendah. Karena, mereka berarti juga tak mendukung pelaksanaan atas cabotage yang kini sedang digalakkan pemerintah. "Karenanya, untuk merangsang pengusaha pelayaran nasional kembali menggunakan bendera merah putih di kapalnya, pemerintah perlu memberikan berbagai insentif dan kemudahan. Karena pengalihan bendera asing ke merah putih akan membuka peluang kerja bagi pelaut yang masih banyak menganggur", ujar Presiden KPI Hanaf Rustandi Hanafi. Meski demikian, lanjut Hanafi, kemudahan pendaftaran kapal kebendera Indonesia juga harus dilakukan secara hati-hati dan cermat, termasuk memperhatikan hak-hak pelaut dalam kerangka perlindungan hubungan industrial yang layak. Sehingga tak menempatkan bendera Indonesia dalam jajaran Flag of Convenicce (FOC) yang justru diperangi ITF. Menurut Hanafi, International Transpor workers Federation (ITF) bersama serikat-serikat pekerja afiliasinya terus berupaya keras memerangi kapal-kapal berbendera kemudahan FOC yang beroperasi di seluruh dunia. Intinya untuk mengingatkan masyarakat dunia terhadap sisi buruk operasional kapal-kapal FOC, karena sering mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan awaknya.
Labels: Berita Maritim 0 comments
Ditjen Bea Cukai ancam tindak kapal bodong
Posted by bisnis maritim at 15.00Thomas Sugijata, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menegaskan sikap lembaga yang dipimpinnya tersebut sebagai respons atas masukan dari kalangan pelaku usaha yang melaporkan adanya ribuan unit kapal niaga yang beroperasi mengangkut komoditas impor tanpa dilengkapi PIB dan SKB PPN.
Namun, penindakan tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa bukti yang kuat dan bantuan dari Diretorat Perhubungan Laut sebagai instansi yang seharusnya bertindak atas praktik tersebut.
Labels: Berita Maritim 0 comments
Kapal niaga tanpa surat PIB akan dihukum
Posted by bisnis maritim at 14.59Thomas Sugijata, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menegaskan sikap lembaga yang dipimpinnya tersebut sebagai respon atas masukan dari kalangan pelaku usaha yang melaporkan adanya ribuan unit kapal niaga yang beroperasi mengangkut komoditas impor tanpa dilengkapi PIB dan SKB PPN.
Namun, penindakan tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa bukti yang kuat dan bantuan dari Diretorat Perhubungan Laut sebagai instansi yang seharusnya bertindak atas praktik tersebut. "Kalau begitu kita akan kerja sama [dengan Ditjen Perhubungan Laut]. Kita akan tertibkan kalau begitu. Kita akan minta data kapal 1000 itu yang mana saja,” jelas dia usai acara penandatanganan kontrak kinerja eselon II DJBC, hari ini.
Thomas menduga munculnya kasus tersebut kemungkinan ada hubungannya dengan penerapan azas cabottage atau kewajiban penggunaan armada berbendera Indonesia dalam kegiatan distribusi barang domestik. Namun, hal itu perlu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Ditjen Perhubungan Laut selaku otoritas jasa angkutan laut.
Labels: Berita Maritim 0 comments
1.000 Kapal bodong diserahkan Kemenkeu
Posted by bisnis maritim at 14.57Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R. Mamahit mengatakan masalah itu merupakan kewenangan Kementerian Keuangan kendati obyeknya menyangkut kapal.
"Kami serahkan masalahnya ke Kementerian Keuangan karena mereka yang menangani dokumen PIB dan SKB PPN," katanya pekan ini.
Dia menyatakan Kementerian Keuangan wajib merespons masalah itu karena masuknya banyak kapal ke Indonesia merupakan imbas Instruksi Presiden (Inpres) No.5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional.
Bobby melanjutkan Inpres No.5/2005 telah mengamanatkan sejumlah instansi termasuk Kementerian Keuangan menyiapkan sejumlah regulasi dan kebijakan dengan tanggung jawab yang sama.
Sesuai ketentuan pajak, Bobby menambahkan impor dan penyerahan kapal tongkang dibebaskan dari pengenaan PPN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 146/2000.
Direktur Jenderal Pajak juga telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak No. SE-86/PJ/2009 tertanggal 7 September 2009.
Dalam Surat Edaran ini ditegaskan bahwa, atas impor kapal tongkang yang dilakukan dan digunakan oleh perusahaan pelayaran niaga atau perusahaan penangkapan ikan atau perusahaan penyelenggara jasa kepelabuhan nasional atau perusahaan penyelenggara jasa angkutan sungai, darat dan penyeberangan (ASDP) sesuai dengan kegiatan usahanya, dibebaskan dari pengenaan PPN.
Labels: Berita Maritim 0 comments
Selasa, 30 Maret 2010
Industri Pelayaran Desak Pemerintah Terapkan "Cabotage"
Posted by bisnis maritim at 11.41 Selasa, 30 Maret 2010Labels: Berita Maritim 0 comments
Minggu, 28 Maret 2010
Single operator untungkan siapa?
Posted by bisnis maritim at 08.07 Minggu, 28 Maret 2010Labels: Berita Maritim 0 comments
Kamis, 18 Maret 2010
For Sale KAPAL FIBER JS 6022 6 METER
Posted by bisnis maritim at 12.48 Kamis, 18 Maret 2010Class:
Bendera (Flag State):
Kapal Fiber (Fiberboat)/Speed Boat ukuran panjang 6 meter.kapasitas 10 Orang sangat cocok untuk berbagai keperluan : Kapal Sport Fishing(hobi mancing),kapal patroli (patrol boat) patroli pantai,patroli tambang,patroli kehutanan mangrove,patroli perikanan kelautan. kapal penyelamat pantai (Rescue Boat).
Contact:
arie surjono
081703337505
Alamat: Keputih Tegal Timur 60 Sukolilo Surabaya
Email: javaneseboat@gmail.com
sumber : JualBeliKapal.com
Labels: Bisnis Maritim, Jual Beli 0 comments
DAMPAK ASAS CABOTAGE ► Utilisasi Galangan Naik Menjadi 60%
Posted by bisnis maritim at 10.11JAKARTA. Penerapan asas cabotage yang mewajibkan penggunaan kapal berbendera Indonesia di perairan dalam negeri mulai tahun ini bakalan mendongkrak pemesanan industri kapal dalam negeri. Maklum, selama ini tingkat utilisasi industri galangan kapal masih cukup rendah.
Menurut data yang dirilis oleh Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Perlindo), dari total kapasitas terpasang industri galangan kapal baru sekitar 500.000 dead weigth ton (DWT), utilisasinya saat ini baru sekitar 30% - 40%. "Harapannya, dengan kenaikan order dalam negeri bisa menaikkan utilisasi industri galangan kapal baru menjadi sekitar 60%," kata Sekretaris Jenderal Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Perlindo) Wing Wiryawan, Rabu (17/3).
Labels: Berita Maritim 0 comments
DERMAGA PELABUHAN SIBOLGA MASIH MILIKI DAYA DUKUNG 15 TON/SUMBU EKSEL
Posted by bisnis maritim at 08.14Panjang Dermaga yang terdapat di pelabuhan Pulau Herek 3,50 meter, lebar 15,50 meter dan kedalaman (LWS) 7 Meter. Khusus Dermaga Armada ASDP disediakan sepanjang 6 meter, lebar 25,70 meter. Fasilitas lain yang terdapat di Pelabuhan Sibolga ada gudang seluas 2.000 meter persegi, lapangan penumpukan barang seluas 2.400 meter persegi. Terminal Penumpang terdapat satu buah dengan luas 304 meter persegi, sedang lapangan Parkir seluas 100 meter persegi. Khusus Pelabuhan Rakyat terdapat Dermaga sepanjang 19,50 Meter, Lebar 35 Meter.
Labels: Berita Maritim 0 comments
Tim NSW: Izin ekspor sebaiknya ditangani pusat
Posted by bisnis maritim at 07.55JAKARTA,Window (NSW) mengharapkan agar seluruh perizinan ekspor komoditas ditangani oleh pemerintah pusat, agar mempermudah operasional sistem kepabeanan secara elektronik itu. Kepala Tim Pelaksana Teknis NSW Susiwijono Mugiharso mengatakan saat ini ada sejumlah komoditas yang perizinannya masih di tangan pemerintah daerah, di antaranya adalah kopi dan ikan. “SPE [surat perizinan ekspor] kopi itu mintanya masih di pemda, seharusnya kalau kegiatan ekspor itu kan sudah harus di pusat, dalam hal ini Kementerian Perdangan. Selain itu, ekspor ikan juga masih dikenakan retribusi daerah. Ke depannya diharapkan perizinan untuk ekspor, semuanya sudah ke pusat, dalam hal ini kementerian,” paparnya, sore ini. Dia menuturkan pihaknya sudah membahas penerbitan SPE kopi oleh pemda dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Diah Maulida. “Respon beliau cukup positif,” jelas Susiwijono.
Labels: Berita Maritim 0 comments
Kamis, 11 Maret 2010
Manajemen Penimbunan Batubara
Posted by bisnis maritim at 21.10 Kamis, 11 Maret 2010Stockpile berfungsi sebagai penyangga antara pengiriman dan proses, sebagai persediaan yang baik, strategis dan meminimmalkan gangguan yang bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Selain itu juga berfungsi tempat pencampuran dan pembagian menurut jenis batubara agar sesuai dengan permintaan yang disyaratkan. Disamping tujuan tersebut, stockpile juga digunakan untuk mencampur batubara agar homogenasi sesuai dengan kebutuhan. Homogenasi bertujuan untuk menyiapkan produk dari satu tipe material dimana fluktuasi dalam kualitas batubara dan distribusi ukuran disamakan. Dalam proses homogenisasi ada dua tipe yaitu blending dan mixing.
Blending bertujuan untuk memperoleh produk akhir dari dua atau lebih tipe batubara yang lebih dikenal dengan komposisi kimia dimana batubara akan terdistribusi secaradan tanpa ada lagi tempat yang cukup besar untuk mengenali salah satu dari tipe batu bara tersebut ketika proses pengambilan contoh dilakukan. Dalam proses blending batubara harus tercampur secara merata atau distribusi merata. Sedangkan mixing merupakan salah satu dari tipe batubara yang tercampur masih dapat dilokasikan dalam kuantitas kecil dari hasil campuran material dari dua atau lebih tipe batubara.
Proses penyimpanan dapat dilakukan di dekat tambang, di dekat pelabuhan and di tempat pengguna batubara. Untuk proses penyimpanan diharapkan jangka waktunya tidak terlalu lama, karena akan berakibat pada penurunan kualitas batubara, proses penurunan kualitas tersebut biasanya lebih dipengarugi oleh oksidasi dan alam. Barikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam management stockpile:
Labels: Info 0 comments
Klasifikasi Batubara
Posted by bisnis maritim at 21.02Batubara merupakan salah satu jenis bahan bakar oembangkit energi. Berdasarkan cara penggunaannya sebagai penghasil energi, batubara dibedakan:
1.Penghasil energi panas primer, yaitu langsung dipergunakan untuk industri, misalnya sebagai bahan burner (pembakar) dalam industri semen, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), bahan bakar pembuat kapur tohor, bahan bakar pembuat genting, bahan bakar lokomotif, pereduksi proses metalurgi, kokas konvensional bahan bakar tidak berasap (smokeless fuel).
2.Penghasil energi sekunder, yaitu tidak langsung dipergunakan untuk idustri, misalnya sebagai bahan bakar padat (briket), bahan bakar cair (konversi menjadi bahan bakar cair), bahan bakar gas (konversi menjadi bahan bakar gas).
Batubara dapat pula dipergunakan tidak sebagai bahan bakar, tetapi digunakan sebagai reduktor pada proses peleburan timah industri ferro-nikel, industri besi dan baja, sebagai bahan pemurnian pada industri kimia (dalam bentuk karbon aktif), sebagai bahan pebuat kalsium karbida (dalam bentuk kokas atau semi kokas).
Labels: Info 0 comments
EKSPOR CPO SUMUT TURUN 34,33%
Posted by bisnis maritim at 07.42Data dari PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Belawan mengungkapkan, selama Januari 2010 ekspor CPO Sumut ke mancanegara yang dikapalkan melalui Terminal Curah Cair (TCC) Pelabuhan Belawan dengan menggunakan pipa terpadu tercatat 166.268 ton, Sementara periode serupa 2009 jumlahnya mencapai 253.213 ton atau turun sekitar 34,33%.
Labels: Berita Maritim 0 comments
PASCA FTA, IMPOR LEWAT BICT MENINGKAT TAJAM
Posted by bisnis maritim at 07.39Setelah perdagangan bebas yang menghapus bea masuk sejumlah komoditas produk China itu diberlakukan sesuai kesepakatan perdagangan bebas AC-FTA, aktivitas impor melalui terminal peti kemas terkemuka di luar Pulau Jawa naik sekitar 32,29%.
Asisten Manajer Humas BICT Suratman S.Sos, pekan lalu mengatakan, pasca perdagangan bebas AC-FTA aktivitas impor terutama komoditas produk negeri tirai bambu melalui pelabuhan peti kemas BICT meningkat tajam yakni dari 107.357 ton pada Januari 2009 menjadi 158.557 ton pada periode serupa 2010 atau terjadi lonjakan sekitar 32,29%.
Labels: Berita Maritim 0 comments
ONGKOS KIRIMAN PETI KEMAS MELONJAK
Posted by bisnis maritim at 07.37Tarif pengiriman peti kemas dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Eropa dan Amerika Serikat sejak awal tahun ini terus melonjak hingga 300% dibandingkan dengan periode yang sama 2008.
Kepala Bidang Angkutan Kontainer Indonesian National Shipowners Association (INSA) Asmari Herry mengatakan tren kenaikan tarif kiriman peti kemas ke luar negeri itu tidak menular ke pasar angkutan antar pulau.
Menurut dia, kenaikan tarif kiriman peti kemas rute internasional itu merupakan dampak dari strategi perusahaan pelayaran asing yang tidak mengoperasikan sebagian armada karena minimnya volume muatan.
Perusahaan pelayaran asing sejak lalu sudah mulai mengandangkan kapalnya karena muatan minim akibat krisis perekonomian global. Dampak dari pengandangan kapal itu adalah tarif menjadi membaik, tutur Herry yang juga sebagai Executive Director Samudera Shipping Line, kemarin.
Dia mengungkapkan tarif pengiriman peti kemas ukuran 20 kaki dari Pelabuhan Priok ke Eropa pada awal 2008 hanya US$500 atau jauh lebih kecil dibandingkan dengan saat ini mencapai US$1.500. Adapun, untuk peti kemas ukuran 40 kaki mencapai US$2.250, meningkat dari sebelumnya hanya US$750.
Labels: Berita Maritim 0 comments
Management Stokpile Batubara
Posted by bisnis maritim at 07.28Stockpile Management berfungsi sebagai penyangga antara pengiriman dan proses. sebagai sediaan strategis terhadap gangguan yang bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Stockpile juga berfungsi sebagai proses homogenisasi dan atau pencampuran batubara untuk menyiapkan kualitas yang dipersyaratkan.
Disamping tujuan di atas di stockpile juga digunakan untuk mencampur batubara supaya homogenisasi bertujuan untuk menyiapkan produk dari satu tipe material dimana fluktuasi di dalam kualitas batubara dan distribusi ukuran disamakan . Dalam proses homogenisasi ada dua tipe yaitu bleding dan mixing.
Bleding bertujuan untuk memperoleh produk akhir dari dua atau lebih tipe batubara yang lebih dikenal dengan komposisi kimia dimana batubara akan terdistribusi secara merata dan tanpa ada lagi jumlah yang cukup besar untuk mengenali salah satu dari tipe batu bara tersebut ketika proses pengambilan contoh dilakukan. Dalam proses blending batubara harus tercampur secara merata. Sedangkan mixing merupakan salah satu tipe batubara yang tercampur masih dapat dilokasikan dalam kuantitas kecil dari hasil campuran material dari dua atau lebih tipe batubara.
Labels: Info 0 comments
PELABUHAN TELUK LAMONG SELESAI 2012
Posted by bisnis maritim at 06.53SURABAYA (Bisnis.com): PT Pelabuhan Indonesia III meyakini proyek pengembangan Pelabuhan Teluk Lamong sebagai sarana penunjang Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dijadwalkan rampung pada 2012 menyusul proses tender pengerjaan proyek senilai Rp2,4 triliun itu yang diikuti 10 perusahaan segera diumumkan.
Direktur Operasi dan Teknik Pelindo III Faris Assegaf menyatakan keberadaan proyek terminal multifungsi Teluk Lamong sangat dibutuhkan untuk menunjang layanan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang akan segera memasuki tahap jenuh.
"Proyek pelabuhan Lamong Bay itu mesti segera direalisasikan karena tingkat kepadatan kesibukan di Pelabuhan Tanjung Perak mesti mendapat dukungan fasilitas penunjang mengingat pelabuhan yang berumur 100 tahun itu kini akan segera memasuki kapasitas maksimal. Pokoknya jangan ada kongesti di Tg. Perak,” kata Faris kepada Bisnis.com
Labels: Berita Maritim 0 comments
Pengembangan industri pelayaran belum efektif
Posted by bisnis maritim at 06.50JAKARTA (Bisnis.com): Operator kapal penyeberangan belum merasakan implementasi UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran dalam 2 tahun terakhir, terutama terkait dengan pasal 56 mengenai pengembangan industri pelayaran nasional.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Syarifuddin Mallarangan mengatakan pasal 56 UU No.17 tahun 2008 menegaskan pengembangan dan pengadaan armada niaga nasional dilakukan secara terpadu.
Menurut dia, pengertian terpadu di dalam UU tersebut menyebutkan kegiatan pemberdayaan armada niaga nasional dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan sejumlah kemudahan kepada operator kapal.
Pasal 57 UU itu menyebutkan kemudahan yang dimaksud adalah pembiayaan dan perpajakan, kemitraan kontrak jangka panjang antara penyedia jasa dengan pemilik barang, dan memberikan jaminan tersedianya bahan bakar.
Namun, katanya, setelah 2 tahun UU itu ditetapkan, sektor pelayaran penyeberangan nasional belum mendapatkan kemudahan, buktinya kegiataan pengadaan armada dalam rangka peremajaan sulit mendapatkan sumber pendanaan.
Labels: Berita Maritim 0 comments
Dubai Doc investasi galangan kapal US$500 juta
Posted by bisnis maritim at 06.46JAKARTA (bisnis.com): Dubai Doc Yard, perusahaan galangan kapal asal Dubai akan merealisasikan investasi baru di industri perkapalan nasional senilai US$500 juta pada tahun ini.
Direktur Industri Maritim Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Soerjono mengatakan perusahaan galangan tersebut akan mendirikan pabrik galangan (shipyard) baru di Batam.
”Realisasi ini sudah hampir tuntas. Rencananya, galangan kapal ini akan beroperasi paling cepat pada akhir semester I/2010. Total kapasitas galangannya mencapai 500.000 DWT [dead weight ton],” katanya di Jakarta hari ini.
Selain itu, ujarnya, lima perusahaan galangan kapal di dalam negeri juga berencana membangun pabrik galangan baru pada pada tahun ini.
Labels: Berita Maritim 0 comments
PENERAPAN SISTEM NATIONAL SINGLE WINDOW (NSW)
Posted by bisnis maritim at 06.41National Single Windows (NSW) adalah suatu system terpadu diantara 21 instansi pemerintah terkait dengan proses export/import barang melalui satu pintu pemrosesan dokumen perizinan. Sistem NSW sendiri terintegrasi dengan system ASW (Asean Single Windows) yaitu suatu integrasi system NSW dari 10 Negara anggota ASEAN kedalam system bersama sebagai persyaratan pemenuhan komitmen perjanjian di tingkat regional ASEAN terutama yang terkait dengan pembentukkan organisasi AEC (ASEAN Economic Community).
NSW bertujuan mendukung kelancaran dokumen perizinan barang terutama untuk meningkatkan kinerja penanganan lalu lintas barang eksport-import khususnya yang terkait dengan meningkatkan kecepatan pelayanan, mengurangi biaya-biaya yang dibutuhkan, meningkatkan efektifitas pengawasan serta meningkatkan validitas dan akurasi data eksport-import. Penerapan system NSW adalah melalui pengoperasian portal Indonesia-NSW (INSW) yang merupakan fasilitas layanan public yang terintegrasi secara elektronik, yang dapat diakses melalui jaringan internet (public network), melalui system resmi INSW dengan nama domain www.insw.go.id.
Pada lingkup perusahaan pemegang pengelolaan pelabuhan yaitu PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) I – IV system INSW dikenal sebagai system Inaportnet yang merupakan bagian dari system kepabeanan secara elektronik guna memperlancar arus lalu lintas barang dan mempercepat penanganan perizinan kapal serta petikemas di pelabuhan untuk meningkatkan kinerja penanganan kegiatan perdagangan sehingga dapat meningkatkan daya saing dan merangsang investasi. Berdasarkan peta jalan inaportnet, Tanjung Priok secara penuh menerapkan system tersebut pada tahun ini, meskipun butuh penyesuaian. Adapun pelabuhan yang masih mengembangkan inaportnet hingga 2011 adalah Cabang Pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya (PT. Pelindo III), Cabang Pelabuhan Belawan (Medan), Cabang Pelabuhan Palembang dan Cabang Pelabuhan Panjang-Lampung (PT. Pelindo I).
0 comments


