| Peralatan dan Perlengkapan |
| Kerangka Variasi |
| Konstruksi Utama |
| Aksesoris Floating Float |
| Penguat Sambungan |
Rabu, 11 Januari 2012
| Peralatan dan Perlengkapan |
| Kerangka Variasi |
| Konstruksi Utama |
| Aksesoris Floating Float |
| Penguat Sambungan |
Sabtu, 28 Agustus 2010
Jakarta - Sebanyak 6 perusahaan domestik ikut serta dalam tender pembangunan pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya, yang dilakukan oleh PT Pelindo III. Perseroan menargetkan peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan tersebut di Agustus 2010.
Menurut Direktur Utama Pelindo III Jarwo Surjanto, terminal multi purpose tersebut diperkirakan menelan dana hingga Rp 300 miliar. Seluruh dananya akan diambil dari kas internal perseroan.
"Sekarang kita sedang lelang untuk konstruksi. Dengan masa konstruksi 3 tahun maka kita harapkan sudah bisa beroperasi tahun 2013," katanya usai RDP dengan Komisi VI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa
Komoditas Rajungan Sulit Didapat
Jakarta, Pelita
Rajungan merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis penting dan merupakan komoditas ekspor yang permintaannya dari tahun semakin meningkat. Namun, saat ini untuk mendapatkan komoditas rajungan, semakin sulit karena terlalu banyak dieksploitasi.
Pakar sumber daya perairan, dari Fakultas Pertanian dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB), Sulistiono dalam Seminar Sehari Save Our Crabs dengan Tema Eksploitasi Sumber Daya Rajungan Yang Berkelanjutan, di Universitas Indonesia, Depok, kemarin, mengatakan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan mendorong terjadinya eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya perikanan, tidak terkecuali rajaungan.
Sebelumnya hanya lima menit bisa mendapatkan rajungan di laut, sekarang membutuhkan lebih dari 10 sampai 15 menit. Kedalaman lautnya juga semakin sulit untuk mencari rajungan dari 5 meter menjadi 12 meter, katanya.
Kecenderungan masyarakat nelayan untuk memaksimalkan hasil tangkapan dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan akan menimbulkan permasalahan terhadap penurunan persediaan di laut.
Rabu, 26 Mei 2010
SURABAYA,kabarbisnis.com: Tongkang Yuan Jing, yang mengangkut tiga unit Container Crane (CC) untuk Terminal Multipurpose Nilam Timur, dan tiga unit Rubber Tyred Gantry (RTG) untuk Dermaga Berlian, Minggu siang jam 11.10 tanggal 23 Mei 2010 telah tiba. Kedatangannya disambut oleh Deputy General Manager PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Gatot Suprijono didampingi para manager cabang.
“Dengan datangnya alat bongkar muat petikemas ini, kami berharap performa Terminal Nilam akan makin meningkat. Sebab selama ini kegiatan bongkar muat di Nilam hanya mengandalkan pada kecepatan crane kapal. Hal ini seiring dengan kesiapan pengembangan Terminal Nilam, yang kini juga telah dilengkapi dengan gate in/out,” jelas Deputy GM Tanjung Perak disela kesibukan menerima peralatan baru tersebut di apron Terminal Nilam